Musdes Membahas dan Mengesahkan RKPDes 2022 dan DU-RKPDes 2023

  • Dec 14, 2021
  • Admin Desa Senggigi

Senggigi, 09 Desember 2021- Pemerintah Desa (Pemdes) Senggigi menggelar Musyawarah Desa (Musdes) membahas dan mengesahkan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2022 dan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah Desa (DU-RKPDes) tahun 2023 di Aula Kantor Desa Senggigi pagi tadi, Kamis (9/12).

Selain Kepala Desa Senggigi, acara Musyawarah ini turut serta dihadiri oleh Camat Batulayar melalui Kasi Ekobang, Ketua BPD Desa Senggigi beserta Anggota, Pendamping pasilitator Desa, Sekretaris Desa Senggigi, Penghulu Desa sekaligus Ketua LAZISDes Senggigi, Babinkamtibmas, Ketua TP-PKK Desa Senggigi, Para Kepala Dusun se-Desa Senggigi, para ketua Lembaga Desa beserta Anggota, Para ketua RT dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Senggigi Mastur SE menyampaikan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah menyempatkan diri hadir dan memenuhi undangan dari Pemerintah Desa Senggigi.

Dalam kesempatan itu juga, Mastur menjelaskan bahwa penganggaran di Desa Senggigi sekarang ini lain daripada yang lain. Tidak seperti yang dulu bahwa apa yang direncanakan itu adalah monoton, dalam arti adalah bagaimana menghabiskan dana yang sudah digelontorkan oleh Pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Pusat melalui Dana Desa (DD), Anggaran Dana Desa (ADD), Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) akan tetapi yang sekarang ini adalah bagaimana Desa Senggigi itu berpikir, sebagai desa yang maju menuju Desa Mandiri supaya tidak hanya terfokus terhadap empat sumber itu namun bagaimana bisa menghasilkan dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

"Selaku Kepala Desa, harus berani mengambil suatu sikap yaitu menggenjot bagaimana kita sebagai Desa Mandiri itu bisa mendapatkan sumber dana yang lain, termasuk Pokir maupun dana aspirasi Anggota Dewan yang ada di Dapil kita ini," ungkapnya.

Untuk menuju Desa Mandiri itu sambung Mastur, kuncinya adalah bagaimana Desa itu bisa memanfaatkan sumber-sumber dana yang ada di wilayah Desa Senggigi ini agar bisa menghasilkan dana dikemudian hari. Selain itu singgungnya, harus ada komitmen bersama yakni bagaimana kebersamaan Masyarakat itu tetap ada dalam membangun Desa Senggigi.

"Masyarakat juga harus mendukung apa yang menjadi keputusan keputusan bersama, yang dikeluarkan oleh ide-ide dari Kepala Desa itu yang di implementasikan dalam Visi dan Misi tersebut," katanya.

Kalau mengacu ke RKPDes sebut Mastur, untuk mewujudkan Desa Senggigi Mandiri, setiap tahun itu dibutuhkan dana sebesar sekitar 16 Milyar sedangkan dana dari 4 sumber itu kurang lebih 3,9 Milyar sehingga sangat perlu dipikirkan bersama bagaimana memanfaatkan sumber-sumber dana yang ada, untuk bisa mencapai angka 16 milyar yang dibutuhkan untuk membangun Desa Senggigi setiap tahunnya tersebut.

"Ini yang perlu kita dongkrak melalui Pendapatan Asli Desa yang lebih besar nanti pertahunnya," tutupnya.

Sementara, Camat Batulayar melalui Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan (Kasi Ekobang) Reni Ekowati mengatakan bahwa RKPDEs merupakan penjabaran dari RPJMDEs Kepala Desa selama enam tahun kedepan yang akan dibawanya. Dengan RKPDes ini kata dia, berarti Desa Senggigi sudah siap untuk melaksanakan pekerjaan membangun Desa di tahun 2022 mendatang.

"Tentu saja ini akan menjadi statistik poin dan Kepala Desa sudah menjadi milik warga Desa Senggigi, bukan lagi milik perorangan, atau tim dan yang memilihnya saja. Sehingga Kepala Desa harus memikirkan semua Masyarakat. Tidak ada lagi kelas-kelas tertentu. Semua warga akan mendapatkan porsi yang proporsional sesuai dengan urgenitas serta kebutuhan-kebutuhan prioritas dari dusunnya masing-masing," terangnya.

Yang paling penting juga sambung Reni, Warga Masyarakat Desa Senggigi juga harus mendukung program Kepala Desa karena seorang Kepala Desa tidak akan bisa bekerja seorang diri. Dia tetap membutuhkan BPD sebagai penasehat dan bermitra untuk melaksanakan pembangunan. Selain itu singgungnya, Kepala Desa juga membutuhkan Kepala Dusun sebagai Perangkat Kewilayahan ditingkat Dusun, yang tahu persis keadaan dan titik-titik di dusun masing-masing yang perlu dibenahi.

"Saya lihat disini pak Kades Senggigi sangat berkomitmen untuk membangun Desa Wisata. Itu artinya beliau sangat ingin Senggigi ini tidak hanya bergantung dari DD dan ADD saja. Beliau sangat berkomitmen untuk meningkatkan PADes Senggigi," katanya.

Kalau sebuah Desa punya PADes sendiri terangnya maka Desa itu akan leluasa untuk bergerak. Termasuk seperti menaikkan gaji Kepala Dusun atau insentif Ketua RT, BPD punya kendaraan dinas dan lainnya karena sudah memiliki dana tersendiri, tidak diambilkan dari DD atau ADD sehingga semuanya boleh-boleh saja dilakukan.

"Hal inilah yang mendorong pak Kades untuk menggali potensi-potensi yang ada di Desa Senggigi sehingga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes)," sentilnya.

"Jadi, mari kita bersama-sama merubah mindset kita agar jangan hanya tergantung sama DD dan ADD saja karena tidak selamanya DD ini akan terus dikucurkan," ajaknya.

Kita tidak bisa menjamin DD ini akan terus di berikan ke Desa-desa jelas Reni, karena regulasi sewaktu-waktu bisa berubah. Kalau Pimpinan kita di pusat berubah kata dia, tentu regulasi juga berubah. Jadi menurutnya, alangkah indahnya dan hebatnya kalau sebuah Desa bisa membiayai dirinya sendiri dari peningkatan PADes tersebut.

"Itu yang saya lihat tadi di sambutan Kepala Desa dan tentunya kami dari pihak Kecamatan Batulayar sangat mensupport setiap keinginan Desa untuk maju. Kapanpun kami siap," tegasnya.

"Mari kita bekerja bersama-sama dan bersinergi demi kemaslahatan Masyarakat," tutupnya.

Senada dengan Kasi Ekobang Kecamatan Batulayar, Ketua BPD Desa Senggigi Amsiah mengatakan bahwa untuk membangun Desa Senggigi ke arah yang lebih baik, seorang Kepala Desa tidak bisa bekerja dengan sendirinya tanpa ada dukungan dari Masyarakat itu sendiri.

"Untuk mencapai pembangunan yang diprogramkan oleh Kepala Desa, tentu saja membutuhkan support baik dari tingkat Kadusnya maupun dari masyarakatnya. Oleh karena itu, kami dari Badan Permusyawatan Desa mendukung penuh apa yang menjadi program Kepala Desa Senggigi ini. Yang tentunya untuk menuju Desa maju menjadi Desa Mandiri seperti apa yang disampaikan oleh kepala Desa itu," ujarnya.

Amsi berharap, sesuai dengan arahan pihak Kecamatan Batulayar, agar Desa Senggigi jangan hanya menunggu dana Desa dan lainnya itu akan tetapi seperti apa yang disampaikan oleh Kepala Desa, bagaimana Desa Senggigi ini bisa memperoleh PADes sendiri.

"Kalau PADes sudah banyak, tentu imbasnya untuk warga Desa Senggigi akan terasa kedepannya," tandasnya.

"Mudah-mudahan ini semua tercapai. Akan tetapi, untuk mencapai itu semua, sekali lagi tidak terlepas dari dukungan seluruh Masyarakat Desa Senggigi," pungkasnya. (HMS-DS)