Jelang KTT G20 Bali, Densus 88 Mabes Polri Gelar Sosialisasi Pengamanan di Senggigi

  • Sep 22, 2022
  • Admin Desa Senggigi

Senggigi, Lombok Barat - Untuk mengamankan puncak kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (KTT G20) di Provinsi Bali pada tanggal 15 dan 16 November 2022 mendatang, Detasemen Khusus (Densus 88) Anti teror Mabes Polri ikut dilibatkan terkait pengamanan dalam kegiatan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kepala tim Direktur Pencegahan Terorisme Densus 88 Mabes Polri, Didik saat menyampaikan sosialisasi pengamanan KTT G20 di kantor Desa Senggigi, Kamis (22/9/2022).

Didik menambahkan, untuk pengamanan KTT G20 di Bali dan World Superbike (WSBK) di Mandalika, pihaknya secara langsung turun ke bawah hingga ke pelosok desa dan dermaga penyeberangan, baik dermaga yang besar maupun yang kecil. Karena menurut dia, biasanya tempat-tempat inilah yang dijadikan oleh kelompok-kelompok radikal ini sebagai pintu masuk untuk sampai ke pulau Bali.

"Untuk memberikan rasa aman terhadap kegiatan tersebut, kita melakukan tugas bersama masyarakat. Kita sama-sama menjaga, jangan sampai acara KTT G-20 maupun WSBK ini menjadi kacau oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Sehingga, dalam hal ini, kita melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat terutama di pinggiran pantai, yang bisa menjadi jalur masuk bagi rekan-rekan yang berseberangan dengan kita atau salah paham dengan kita," ujar Didik.

Dalam kesempatan ini juga, Didik menjelaskan bahwa terorisme itu sendiri merupakan suatu bentuk taktik perang gerilya yang notabene untuk mencari korban yang sangat banyak dengan kerugian dari kelompok mereka sangat kecil namun dampak yang diakibatkan tersebut sangat besar. Terorisme terang dia, awalnya berasal dari rasa intoleransi. Sikap intoleransi inilah yang kemudian akan berlanjut ke paham radikalisme.

"Jadi, masyarakat harus waspada terhadap paham-paham radikalisme tersebut," pesannya.

Sementara itu, Kepala Desa Senggigi Mastur mengatakan, Senggigi Kecamatan Batulayar merupakan daerah wisata yang menjunjung tinggi tentang keamanan. Karena menurut dia, modal utama sebuah destinasi wisata itu adalah keamanan, kenyamanan,keasrian dan kebersihan.

"Itu yang paling diutamakan masalah keamanan. Dengan adanya event-event internasional seperti iron man, WSBK, MotoGP dan KTT G20 yang ada di Bali nantinya, masalah keamanan harus betul-betul kerja ekstra dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat," katanya.

Tidak hanya itu, Mastur juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi yang kondusif terhadap lingkungan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, termasuk terorisme, radikalisme dan sebagainya.

"Karena kalau dalam satu destinasi itu ada serangan-serangan terorisme, tentu akan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan destinasi itu sendiri. Kedepan, sudah barang tentu tidak akan dilirik lagi oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Nah, ini yang perlu kita jaga bersama-sama masalah keamanan. Karena, mencegah lebih baik daripada memerangi," tegas dia.

Ditempat yang sama, Ketua Aliansi Pemuda Dan Masyarakat Batulayar (APMB) Munajab mengatakan, membangun sinergitas dan kolaborasi bersama semua pihak, baik Pemangku kebijakan, seluruh instansi -instansi yang ada dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga suatu daerah terlebih daerah Senggigi Kecamatan Batulayar, Lombok Barat yang sudah menjadi icon pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Ini saya rasa sangat penting untuk menjaga keharmonisan, keamanan dan kenyamanan daerah kita," ungkapnya.

Jajab berharap agar hal-hal yang sifatnya sosialisasi seperti ini tidak hanya sebatas hari ini saja, akan tetapi nanti Desa-desa lain, atau di Kecamatan Batulayar bisa dikunjungi dan Kades Senggigi bisa menjadi motivatornya untuk memberikan motivasi terutama kepada para pemuda.

"Karena kita tahu bahwa ketika kita berbicara masalah pemuda, mereka adalah aset negara dan daerah kita yang akan menjadi penerus bangsa. Tentu, pemahaman-pemahaman yang sifatnya menyangkut daerah pariwisata seperti ini sangat mereka butuhkan untuk keberlangsungan pariwisata itu sendiri," ujarnya.

"Atas nama pemuda di Kecamatan Batulayar sangat berharga agar kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan ditingkatkan kembali di semua desa. Karena tidak akan bisa terwujud sesuatu yang bagus jika tidak dilakukan secara bersamaa, baik orang tua, pemuda maupun Pemerintah. Terutama, peran penting TNI dan Polri juga," pungkasnya. (hms-ds).