Dispar Lobar Gelar Sosialisai Kebersihan Desa Wisata Melalui Kegiatan Outbond di Senggigi

  • Sep 19, 2022
  • Admin Desa Senggigi

Senggigi, Lombok Barat - Kebersihan merupakan hal yang utama untuk dilakukan oleh masyarakat di lingkar atau kawasan suatu destinasi wisata. Sebab kebersihan menjadi salah satu tolak ukur wisatawan merasa nyaman selama berkunjung ke destinasi wisata.

Bertepatan dengan World Clean up Day, para peserta Pelatihan Pemandu Wisata Outbond Lombok Barat (Lobar) turut memperingatinya dengan membersihkan pantai dan jalan di kawasan Senggigi yang juga dikemas dalam kegiatan outbond, Sabtu (17/9/2022).

Isu kebersihan khususunya di desa-desa wisata di Lombok Barat sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah baik bagi Pemerintah, masyarakat maupun pengelola destinasi wisata.

Oleh karena itu dalam setiap kesempatan pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar akan disertakan materi terkait kebersihan lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Lobar H. M. Fajar Taufik seusai kegiatan clean up, Sabtu (17/9).

"Kita masukkan materi tentang kebersihan atau tentang sampah, itu sebagai upaya mensosialisasikan pariwisata yang bersih di desa-desa wisata kita," ucapnya.

Dalam beberapa pelatihan terakhir, Dispar Lobar kerap menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Lobar untuk menyampaikan informasi hingga berdiskusi dengan peserta pelatihan terkait masalah-masalah penanganan sampah di desa wisata.

"Di pelatihan-patihan selanjutnya mungkin kita bisa undang dari OPD, instansi atau organisasi untuk berdiskusi terkait dengan permasalahan sampah ini," lanjutanya.

Di tempat yang sama, Mujiyanto, Ketua Dewan Perwakilan Dearah (DPD) Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) NTB menyebutkan jika kegiatan Experiential Learning (EL) perlu dikombinasikan dengan aspek lainnya agar aspek yang mau disampaikan kepada masyarakat bisa lebih mudah untuk diterima.

"Hari terakhir pelatihan ini kebetulan bertepatan dengan World Clean up Day, jadi para peserta pelatihan bisa langsung ikut berpartisipasi dengan ikut kegiatan clean up di kawasan Senggigi, tentunya dikemas dalam kegiatan EL," ucap Yanto sapaan akrabnya.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam bentuk EL ini diharapkan Yanto bisa diaplikasikan oleh para pengelola desa wisata tidak hanya untuk memperkaya atraksi wisata namun juga untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap permasalahan yang dihadapi di desa wisata. (hms-ds).